bingkisan dari pematang pauh

1

izinkan ku sentuh kelumbungmu

pada malam ini,

yang anginnya menyucuk sejuk tulangku,

bekukan tangis resah seorang hamba.

2

kelumbungmu hay harumnya,

kalau ini rayhan, aku pasti mabuk;

kalau itu cinta, aku pasti tunduk!

aduh, tak sanggup aku tatap matamu

yang menyorot kembali seluruh hidupku

aku malu dengan semua dosaku.

3

izinkan aku sentuh saja kelumbungmu,

wahai seri dewi malam;

jangan risau, kakiku masih terlipat

aku takkan menerpa,

aku tahu waktu itu akan tiba;

ya, waktunya lepas putus nyawa!

4

hay! haus rinduku haus cintaku

siramkanlah dengan salsabil

agar hati ini terus subur

menjadi kekasih yang setia.

5

hay hamba Allah yang patuh!

tundukkanlah pandanganmu

agar ujung mata kita tak bertemu,

menjadi senjata syaitan menganggu ikhlas cintaku.

(aku tak tahan panahan itu!)

6

temankan aku hay hamba Allah yang setia!

pada malam ini dengan secangkir rayhan dan salsabil,

mari duduk disisiku – mari duduk disini,

dengan kelumbungmu itu

kita tunggu subuh datang,

kemudian tunggu lagi esok malam

(satu malam di yayasan aman, penanti, pematang pauh)

(terima kaseh Tuhan kerana kemenangan Anwar dan si bidadari manis itu, kini aku damba maut dan syurgamu- haha!)

One Response to bingkisan dari pematang pauh

  1. fazrulls berkata:

    Salam Tuan,

    Puitisnya…

    Anyway thank you.. coz aku salah sorang yang tinggal kat sini…

    Heee

    Salam mesra..

Tinggalkan Jawapan

Masukkan butiran anda dibawah atau klik ikon untuk log masuk akaun:

WordPress.com Logo

Anda sedang menulis komen melalui akaun WordPress.com anda. Log Out / Tukar )

Twitter picture

Anda sedang menulis komen melalui akaun Twitter anda. Log Out / Tukar )

Facebook photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Facebook anda. Log Out / Tukar )

Google+ photo

Anda sedang menulis komen melalui akaun Google+ anda. Log Out / Tukar )

Connecting to %s

%d bloggers like this: